-->
GREEN MADRASAH: truth sincerity honesty think discover create

RINDU PADAMU YA RASULULLAH…

RINDU PADAMU YA RASULULLAH…

Karya: Nazhmi Aulia
(Tulisan adalah pemenang ke-3 lomba menulis surat cinta nabi yang diadakan oleh mengkajipribadinabi.com)

image: islam.ru


Dear rasulullah...

Rasulullah, pertama kali ku mendengar namamu, aku sempat mengira-ngira, apakah Engkau sahabat Allah? Guruku menceritakan banyak hal tentangmu. Tahukah Engkau apa yang kurasakan? Entahlah, aku hanyalah seorang manusia biasa yang tak mengerti bagaimana cara mendeteksi sebuah rasa, sebuah perasaan. Aku tak mengerti apa yang kurasakan saat mereka mendeskripsikan kebijaksanaanmu. Saat orang-orang bercerita tentang kisah hidupmu, lika-liku hidupmu, alur hidupmu yang mereka ceritakan. Semua terdengar bagai dongeng indah, namun aku tetap tak bisa mengartikannya. Ayat Al-Quran banyak bercerita tentang-Mu, tentang perintah Allah padaMu. Buku yang kubaca, cerita guruku, mereka mengulas tentang-Mu, tentang keistemewaan Allah yang diberikan hanya untuk-Mu, tentang perbincangan Malaikat yang menyanjung-nyanjung diriMu/ Iya, hadist-hadist itu. Aku juga membacanya, buku-buku tebal yang masih sulit kupahami maknanya, namun memberiku banyak petunjuk tentang-Mu.

Dari peristiwa tersebut, banyak yang membuat hatiku bergetar sempurna, takjub, entahlah, aku tidak bisa mengekspresikannya. Dimulai saat zaman orang-orang kafir dulu, Kau mendakwahi mereka dengan penuh kesabaran. Tapi apalah mereka, mereka hanyalah kaum-kaum sombong, sempat ku bertanya, “mengapa Engkau mau menghabskan waktu, bertahan, untuk mendakwahi mereka yang lupa diri?” Tiada lain karena patuh-Mu pada Ilahi Rabbi, karena ingin-Mu melihat Islam Berjaya.
Kisah isra’ mi’rajmu, bagaikan sebuah kisah fantasi. Siapa gerangan yang mempercayai kisah petualanganmu? Seandainya waktu dapat diputar kembali, aku akan menjadi orang pertama yang memercayainya, bahkan aku akan mendahului sahabat karibmu, Abu Bakar As-shiddiq.
Dari buku yang kubaca, terekam jelas momen-momen peperangan yang Kau lewati bersama para pejuang Muslim. Andai saja aku bisa memutar waktu, aku ingin sekali memutar waktu dan kembali ke zaman lampau, turut berperang, menjadi saksi perjuangan. Tapi sayang itu tidak dapat terjadi. Hal bodoh apa yang aku fikirkan, sehingga aku ingin memutar waktu. Entahlah, aku sungguh terlalu takjub akan semua tentangmu.

Kisah-kisah perjuanganmu mengajarkanku banyak hal tentang arti sebuah keislaman, ketaatan pada-Nya, ketaqwaan pada-Nya. Bagaimana caramu melakukan itu semua? Engkau adalah salah satu manusia dari beribu-ribu, berjuta-juta, bahkan bermilyar-milyaran jiwa manusia. Kuyakini satu hal, saat semua orang dikumpulkan di suatu tempat, maka kaulah yang paling bercahaya, paling bersinar, paling tinggi derajatnya dari manusia-manusia yang sedang berkumpul. Saat mereka melihatmu, mereka akan takjub, sama seperti aku takjub kepadamu.

Mungkin mereka akan bertanya mengenaimu, sama seperti apa yang kulakukan saat pertama kali melihatmu, mendengar namamu. Pertanyaan yang mereka lontarkan, kuyakin sama seperti yang kulontarkan dulu kepadamu, kuyakin itu. Betapa lugunya aku dulu, saat kumasih belum mengenal dirimu. Kumalas lagi mengingat itu, ku tak ingin terhanyut lagi dalam lautan ketidaktahuanku dulu tentangmu.

Ya Rasulullah, cintaNya Allah..
Inginku berjuang untuk Allah, untuk-Mu, untuk Islam. Inginku menjadi pengabar berita, pembawa cahaya kebenaran. Menyapa satu-satu ummat yang lalai, menceritakan kisah-kisah perjuanganMu yang luar biasa, mengajak mereka bershalawat mengagungkan namaMu.

Rasulullah, aku ingin sekali bertemu denganmu, berterima kasih atas segala pelajaran yang telah engkau berikan. Ajaran tentang aqidah, akhlak sikap ,keteladanan-keteladanan yang selalu engkau suguhkan dalam kehidupan sehari-harimu.

Duhai Rasulku, apakah Engkau tahu?
Aku selalu berusaha mengikuti semua yang kau lakukan. Biarlah aku menjadi muti’ah atas semua sunnahMu. Terserah apa kata orang, biarlah mereka berfikir macam-macam tentangku,asal jangan tentangMu! Karena kutahu, Allah Maha Melihat, Allah pasti akan membalas semua perbuatan Hamba-Hamba-Nya di akhirat kelak. Aku memang bukan siapa-siapa, tapi aku berharap menjadi seorang yang masuk dalam daftar mereka yang dekat denganMu. Seandainya Engkau ada disini, akan kuceritakan kegalauanku, keresahanku, akan laju dunia yang terus menantangku untuk bertahan menjadi kebanggan Islam. Akan kuceritakan harapanku akan dunia yang lebih baik, dunia yang menjadikan Al-quran dan Sunnah sebagai pedoman. Dunia yang dipimpin khalifah sejati pemersatu umat. Dunia yang makmur, subur, penuh senyuman.

Gadis kecil ini punya mimpi yang besar. Inginnya adalah merubah dunia. Maunya adalah berkarya untuk kemanfaatan semesta. Harapnya adalah menjadi pejuang wanita kebanggan Ummat. Pintanya adalah bertemu denganMu di surga kelak. Gadis kecil itu adalah diriku..

Aku ingin terus melafazkan shalawat untukMu, “Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidinaa Muhammad,wa ‘Ala Sholli ‘Ala Sayyidinaa Muhammad ! “ Tak henti-hentinya pula ku berucap “Asyhadu Anlaa Ilaha Illa Allah,Wa Asyhdu Anna Muhammad Rasulullah”.

Sekarang aku mengerti tentang apa yang kurasakan selama ini. Cinta bukan lagi tentang pertemuan di alam nyata. Cinta adalah meresapi apa yang kau titipkan kepada Ummat. Cinta adalah memaknai cintaMu yang tak lekang dimakan zaman. Cinta adalah menjadikanMu cinta setelah Allah. Cinta adalah menghidupkan sunnahMu. Cinta adalah istiqomah di jalanMu. Cinta padaMu adalah berharap, nanti, di suatu massa, aku menjadi satu dari mereka yang diizinkan Allah bertemu denganMu.

Share on Google Plus

About Madrasah Alam Sayang Ibu

Di Madrasah Tsanawiyah Alam Sayang Ibu (MSI) peserta didik dibimbing untuk mencintai belajar sebagai kebutuhan yang akan mepersiapkan mereka menjadi pemimpin Muslim di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar