Yang Menjauhkan (DQ #1)


Apakah gadget telah berubah menjadi "setan" bagi sebagian kita? (seumber foto: http://www.imgrum.org)







أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Aku berlindung kepada Allah 
dari semua yang membahayakan 
menjauhkan dari kebaikan 
dan kebenaran 
mendekatkan pada keburukan
: setan yang terkutuk.

I seek refuge in God [Allah] from Satan 
eternally rejected (from God’s Mercy) -- Ali Unal

Secara bahasa setan berarti yang menjauhkan dari semua yang baik dan benar atau mendekatkan kepada yang buruk, salah dan merugikan.[1] Bagai aliran darah, setan terus-menerus membisiki, menyusupi pikiran dan keinginan manusia. Bisikan setan membuat manusia lebih sering berpikir tentang hal-hal buruk ketimbang yang baik. “Sungguh jiwa (manusia) itu cenderung melakukan keburukan, kecuali dia yang mendapat sentuhan kasih sayang Tuhanku” (QS 12/53). Nah, di sinilah ta‘awwuż berfungsi mengingatkan kita untuk selalu sadar akan bahaya bisikan setan ini, agar kasih sayang Allah selalu melingkupi kita.
Ta‘awwuż juga mendorong agar hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menjauhi perbuatan buruk meskipun belum bisa banyak berbuat baik. Bukankah meninggalkan perbuatan buruk merupakan kebaikan tersendiri?
Karena itu “Ketika engkau membaca Quran berlindung kepada Allah dari setan (semua yang menjauhkan dari kebaikan/kebenaran), yang terkutuk” (QS 16/98). Dengan ini, kita berharap dapat terhindar dari salah pengertian, salah tujuan, hilang fokus (h|ušu) dan sebagainya. Rasulullah SAW mengingatkan: “Setan itu merasuk ke dalam diri manusia bersama aliran darah, Ia menyusupi semua bagian tubuh. Aku sangat khawatir ia menanamkan sesuatu yang buruk dalam dirimu.”[2]
Dalam kehidupan sehari-hari setan dapat berwujud manusia atau jin. Merujuk surat al-Mukminun ayat 97, Syeikh Muhammad Mahmud Hijazi memberi tahu cara menghadapinya: setan manusia ditaklukkan dengan membalas kejahatan dengan kebaikan, dan setan jin diatasi dengan membaca ta‘awwuz\.[3]
Satu lagi, setan dapat juga berbentuk kuman atau semua yang menyebabkan gangguan kesehatan. Dalam suratnya kepada Abdullah ibn Yazid, Umar bin Khathab berpesan: “Masaklah minuman kalian agar unsur setan (kuman) hilang/mati. Sungguh setan mengambil dua bagian sementara kalian satu bagian.”[4]
Jika setan adalah apa saja yang menjauhkan diri dari kebaikan atau kebenaran—menurut Anda, apa wujud setan yang telah dan sedang menghinggapi diri sejauh ini?[]


Je Abdullah



[1] Wahbah al-Zuhaily, Tafsîr al-Munîr fi al-Aqîdah wa Aš-Šarî‘ah, I/44.
[2] S{oh}îh} al-Buh|ôrî, III/50 no. 2038 dan S{oh}îh} Muslim, IV/1712 no. 2175.
[3] Muhammad Mahmud Hijazi, At-Tafsîr al-Wâd}ih, I/8.
[4] As-Sunan al-Kubrô li n-Nasâ-i, V/120, no. 5208.

Posting Komentar

0 Komentar